TK "Taman Bagi Anak-Anak"

Iis Haryati, S.Pd

Banyak orang tua menginginkan anaknya bersekolah di TK dengan harapan buah hatinya mendapatkan awal yang baik dalam prestasi, berharap anaknya sudah dapat membaca sebelum masuk SD, mampu menulis, berhitung, bahkan berharap sudah dapat mengenal beragam bahasa, dan hal-hal lain yang lebih menekankan perkembangan kognitif anak. Apakah harapan-harapan tersebut benar?

Kita harus kembali pada pengertian TK itu sendiri, secara harfiah TK adalah TAMAN BAGI ANAK-ANAK. Layaknya taman bermain ketika anak bersekolah di TK anak bermain, mencoba, menjelajah dengan bebas tanpa penekanan akan prestasi dan keberhasilan.

Sebagai perbandingan, di Denmark di mana pelajaran membaca dan pelajaran formal ditunda hingga usia 7 tahun, buta huruf benar-benar tidak ada. Sebaliknya di Prancis di mana pelajaran formal ditetapkan oleh negara mulai usia 5 tahun, justru 30% anak mengalami kesulitan membaca. Pendidikan masa awal anak-anak seharusnya tidak semata-mata sebagai suatu persiapan akademik. (J.W Santrock)

Namun perbandingan di atas bukan untuk mendorong para orang tua enggan untuk menyekolahkan anaknya di TK, karena TK tetap memberikan dampak positif pada anak, tetapi kita sebagai orang tua perlu menimbang TK seperti apa yang dimaksud.

Pendidikan masa awal anak-anak yang baik, seperti yang direkomendasikan NAEYC (National Association fot the Education of Young Children) adalah sebagai berikut:

Praktik yang cocok dan tidak cocok yang dikembangkan di dalam pendidikan masa awal anak-anak: rekomendasi NAEYC (dalam buku Life Span Development J.W Santrock)

1. Komponen – Tujuan Kurikulum
Praktik yang Cocok :
• Pengalaman-pengalaman yang diberikan dalam semua bidang perkembangan-fisik, kognitif, sosial dan emosional
• Perbedaan-perbadaan individual diharapkan, diterima dan digunakan untuk merancang kegiatan-kegiatan yang cocok
• Interaksi dan kegiatan-kegiatan dirancang untuk mengembangkan rasa harga diri dan sikap positif anak untuk belajar
Praktik yang Tidak Cocok :
• Pengalaman-pengalaman difokuskan secara sempit pada perkembangan kognitif tanpa menyadari bahwa semua bidang perkembangan anak saling terkait
• Anak-anak hanya dievaluasi berdasarkan norma-norma kelompok, dan semuanya diharapkan untuk mengerjakan tugas-tugas yang sama dan mencapai keterampilan-keterampilan yang sama dan didefinisikan secara sempit
• Harga diri anak diukur dari seberapa baik mereka menyesuaikan diri dengan harapan-harapan yang kaku dan berprestasi menurut tes standar

2. Komponen – Strategi Pengajaran
Praktik yang Cocok :
• Guru menyiapkan lingkungan bagi anak untuk belajar melalui eksplorasi dan interaksi aktif dengan orang dewasa, anak-anak lain dan benda-benda
• Anak-anak memilih kegiatan mereka sendiri dari berbagai kegiatan yang sudah disiapkan oleh guru
• Anak-anak diaharapkan aktif secara mental dan fisik
Praktik yang Tidak Cocok :
• Guru menggunakan pelajaran yang berstruktur tinggi, yang secara eksklusif diarahkan oleh guru
• Guru mengarahkan semua kegiatan, memutuskan apa yang akan dikerjakan oleh anak-anak dan kapan
• Anak-anak diharapkan untuk duduk, diam dan mendengar atau membaca dan menulis. Banyak waktu digunakan untuk duduk pasif, menonton dan mendengar


3. Komponen – Bimbingan Perkembangan Sosioemosinal
Praktik yang Cocok :
• Guru mempertinggi kendali diri anak-anak dengan menggunakan teknik bimbingan positif seperti memodelkan dan mendorong perilaku yang diharapkan, membimbing anak-anak ke arah kegiatan yang lebih dapat diterima, dan menerapkan batas-batas yang jelas
• Anak-anak diberi banyak peluang untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial seperti bekerjasama, menolong bernegosiasi dan berbicara dengan orang yang terlibat untuk memecahkan masalah-masalah interpersonal
Praktik yang Tidak Cocok :
• Guru meluangkan waktu yang cukup untuk memperkuat aturan, menghukum perilaku yang tidak dapat diterima, memarahi anak yang berperilaku buruk, membuat anak duduk dan diam atau menengahi ketdakcocokan
• Anak-anak lebih banyak bekerja secara individual di kursi dan di meja dan mendengar arahan guru ke seluruh kelompok


4. Komponen – Perkembangan Bahasa, Melek Huruf dan Perkembangan kognitif
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak diberi banyak peluang untuk melihat membaca dan menulis itu bermanfaat sebelum mereka disuruh menyebutkan huruf, menyuarakan dan mengenal kata. Keterampilan-keterampilan dasar berkembang baik bila keterampilan-keterampilan itu bermanfaat bagi anak. Kegiatan-kegiatan yang banyak ini diberikan untuk mengembangkan bahasa dan melek huruf: mendengar dan membaca cerita serta sajak, mengikuti kunjungan lapangan, mendiktekan cerita, ikut di dalam permainan drama; berbicara secara informal dengan anak-anak dan orang dewasa lain; dan mencoba dengan tulisan
• Anak-anak mengembangkan suatu pemahaman konsep tentang diri mereka sendiri, orang lain dan dunia di sekitarnya melalui observasi, interaksi manusia dan benda-benda nyata, dan mecari solusi atas masalah-masalah yang konkret. Mempelajari matematika, sains, ilmu-ilmu sosial, kesehatan dan bidang-bidang pelajaran lain yang diintregasikan melalui kegiatan-kegiatan yang bermakna
Praktik yang Tidak Cocok :
• Pelajaran membaca dan menulis menekankan perkembangan keterampilan secara terpisah seperti mengenal huruf-huruf tunggal, membaca alfabet, mewarnai di atas garis-garis yang sudah di garis sebelumnya, atau disusruh mengoreksi huruf di atas garis yang sudah dicetak.
• Pelajaran menekankan perkembangan keterampilan secara terpisah melalui ingatan. Perkembangan kognitif anak-anak dilihat sebagai terkotak-kotak dalam bidang-bidang pelajaran seperti matematika atau sains, dan jadwal disusun untuk setiap pelajaran itu.


5. Komponen – Perkembangan Fisik
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk menggunakan otot-otot besar, termasuk berlari, melompat dan keseimbangan. Kegiatan luar rumah direncanakan setiap hari sehingga anak-anak bisa dengan bebas mengekspresikan dirinya sendiri.
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk menggunakan otot kecil melalui kegiatan-kegiatan permainan seperti teka-teki, melukis, menggunting, dan kegiatan-kegiatan yang sama.
Praktik yang Tidak Cocok :
• Peluang bagi kegiatan otot besar terbatas. Waktu di luar rumah terbatas karena dilihat sebagai mengganggu waktu belajar dan bukan sebagai bagian yang integral dari lingkungan belajar anak-anak.
• Kegiatan motori kecil terbatas pada menulis dengan pensil, mewarnai bentuk-bentuk yang sudah digambar sebelumnya, atau terlibat di dalam pelajaran-pelajaran yang berstruktur sama.


6. Komponen – Perkembangan Estetika dan Motivasi
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk mengekspresikan dan mengapresiasi estetika melalui seni dan musik. Berbagai alat seni harus tersedia.
• Keingintahuan alamiah anak-anak dan keinginan untuk memahami dunia mereka digunakan untuk memotivasi mereka menjadi terlibat dalam belajar.
Praktik yang Tidak Cocok :
• Seni dan musik diberi perhatian terbatas. Seni terdiri atas mewarnai bentuk-bentuk yang sudah digambar sebelumnya atau mengikuti arahan yang telah diberikan oleh orang dewasa.
• Anak-anak dituntut berpartisipasi dalam semua kegiatan, memperoleh persetujuan guru, memperoleh hadiah ekstrinsik seperti stiker atau hak-hak istimewa, atau untuk menghindari hukuman.

Beberapa lembaga sudah memenuhi standar di atas, dan lainnya menekankan pada aspek kognitif, oleh karena itu sebagai orang tua kita perlu selektif dalam memilih sekolah TK.

Selain itu ada beberapa hal penting yang perlu orang tua ketahui mengenai pendidikan pada masa awal anak-anak.

- Orang tau berperan penting dalam pendidikan masa awal anak-anak. Keterlibatan ayah dan ibu dapat membangun sikap-sikap yang positif terhadap sekolah dan pembelajaran. Keterlibatan orang tua bisa dalam bentuk: mendukung usaha anaknya di sekolah dan karakteristik anak yang unik, membantu anak menghadapi masalahnya ketika mereka memerlukan nasehat, berkomunikasi secara teratur dengan para guru, berpartisipasi dalam fungsi-sungsi sekolah.
- Orang tua hendakanya tidak menekankan pada prestasi anak.
- Dalam memilih sekolah akan lebih baik jika orang tua mengobservasi bagaimana kurikulum yang diterapkan, bagaimana strategi pengajarannya, dan lain-lain.
- Tekankan pada anak mengenai kebiasaan belajar positif ketimbang prestasi dan keberhasilan anak.

Semoga Bermanfaat

1 komentar:

Anonim mengatakan...

artikel yang sangat bermanfaat bagi kami.
salam hangat dari kami :)

Posting Komentar