Kode Etik Profesi Konseling Tahun 1991 dan 2004 beserta perbandingan keduanya:
KODE ETIK ANGGOTA IKATAN PETUGAS BIMBINGAN INDONESIA (IPBI) –disyahkan pada kongres nasional VII IPBI di Padang, 11-13 November 1991
Garis besar kode etik
Pembuka
- Organisasi bernama IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia) organisasi ilmiah dan profesional para anggota pendidik yang bertugas di bidang bimbingan dan konseling dan bidang-bidang layanan bantun kemanusiaan pada umumnya.
- Identitas anggota ikatan berasal dari berbagai latar belakang dengan dorongan kesadaran untuk memberikan arti dan nilai kemanusiaan dan kemasyarkatan.
Umum
- Adanya patokan perilaku dimaksudkan agar dapat menjadi sarana pengendalian mutu pelayanan yang ingin ditegakkan ikatan dan juga sebagai alat belajar para anggota.
- Anggota dituntut untuk selalu melihat kemampuan dirinya dan latar belakang dirinya agar anggota dapat mengetahui kewenangan yang dimilikinya.
- Anggota ikut memajukan profesi
- Anggota sebagai pribadi menilai sikap dan perilaku sebagai tenaga profesional
- Anggota selalau memeriksa perilaku dan sikap dalam pergaulannya dengan orang lain.
- Anggota menyadari kedudukannya sebagai pendidik
- Anggota tidak berperilaku amoral
- Tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain
- Tidak memberikan layanan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
- Tidak melakukan perbedan rasial
- Memberikan keterangan yang cermat, dapat dipercaya, objektif.
Konseling
- Anggota ikatan harus selalu memtuhi kode etik.
- Hubungan dengan rekan sejawat
- Saling mengingatkan antar anggota seprofesi
- Menjauhkan diri dari konflik dengan rekan sejawat
Konsultasi
- Memberikan konsultasi demi keberhasilan dan mutu layanan
Hubungan dengan lembaga
- Anggota bekerja dengan baik dalam lembaga tanpa mengabaikan individu yang dilayani.
Testing
- Anggota ikatan harus memeriksa memiliki kemampuandan latar pendidikan untuk mempertimbangkan apakah ia memiliki kewenangan untuk memberikan tes.
Penelitian
- dalam melakukan penelitian subjek tidak dirugikan dan melakukan penelitian sesuai prosedur penelitian.
Publikasi
- Memperhatikan ketentuan etis dan teknis yang berlaku dalam pembuatan karya tulis.
KODE ETIK PROFESI KONSELING TAHUN 2004
Garis Besar Kode Etik
Dasar
- Pancasila dan tuntutan profesi, mengacu kepada kebutuhan dan kebahagiaan klien sesuai dengan norma-norma yang berlaku
Kualifikasi dan Kegiatan Profesional Konselor
- Konselor harus memiliki nilai, sikap, keterampilan, pengetahuan, dan wawasan dalam bidang profesi konseling dan pengakuan atas kemampuan dan kewenangan sebagai konselor.
- Penyimpanan dan penggunaan Informasi, testing dan riset
- Proses layanan yang mencakup hubungan dalam pemberian layanan dan hubungan dengan klien
- Konsultasi dan hubungan dengan rekan sejawat yang mencakup konsultasi dengan rekan sejawat dan alih tangan kasus
Hubungan Kelembagaan
- Prinsip umum: prinsip yang berlaku dalam layanan individual juga berlaku bila konselor nekerja dala suatu lembaga; konselor mengikuti dasar-dasar pokok profesi dan tidak bekerja atas dasar komersial.
- Keterkaitan kelembagaan: bertanggung jawab, bijaksana, menymbangkan kemampuan profesional yang khas.
Praktik mandiri dan laporan kepada pihak lain
- Konselor yang berpraktik mandiri tetap mentatai kode etik yang berlaku dan wajib memperoleh izin dari ABKIN
- Dalam memberikan laporan klien tetap dilindungi dan tidak dirugikan
Ketaatan kepada profesi
- Pelaksanaan hak dan kewajiban: konselor harus selalu mengkaitkan dengan tugas dan kewajibannya terhadap klien dan profesi; konselor tidak dibenarkan menyalahgunkan jabatannya untuk mencari keuntungan pribadi
- Pelanggaran terhadap kode etik: konselor harsu senantiasa mengingat bahwa pelanggaran terhadap kode etik akan merugikan mutu proses dan hasil layanan; pelanggarn akan diberikan snksi oleh ABKIN
Perbandingan kode etik 2004 dan 1991
1991
Organisai bernama IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia) mengandung arti sebuah kumpulan dari orang-orang, berbeda latar namun dalam naungan yang sama yaitu terjun dalam dunia bimbingan. Ikatan juga berarti mengikat orang-orangnya saja tidak pada profesinya.
2004
Organisasi bernama ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) mengandung arti organisasi tidak hanya mengikat orang-orangnya saja juga profesinya.
1991
Anggota memiliki latar belakang yang berbeda asalkan bergelut dalam dunia bimbingan
2004
Latar belakang anggota difokuskan pada konselor
1991
Tidak dijelaskan mengenai kualifikasi yang harus dimiliki oleh konselor
2004
Dijelaskan kualifikasi yang harus dimiliki konselor
1991
Terdapat klasifikasi pemberian bantuan dikarenakan perbedaan latar belakang
2004
Kompetensi pemberian bantuan disamakan, adapun alih tangan kasus merupakan hal yang berada diluar kewenangan konselor
1991
Dalam hal hubungan kelembagaan hanya dicantumkan "tetap mementingan klien dan lembaga"
2004
Telah diruntut pula tanggung jawab, kebijaksanaan, ketentuan dan pengetahuan
1991
Belum terdapat hak praktik mandiri karena IPBI tidak mengikat profesi
2004
Sudah terdapat ketentuan mengenai praktik mandiri konselor
1991
Belum disinggung mengenai hak dan kewajiban; sanksi terhadap pelanggaran kode etik
2004
Sudah disinggung hak dan kewajiban; disinggung mengenai sanksi terhadap pelanggaran kode etik
Kode Etik Profesi Konseling
By
Muslim Iqbal Romadhoni, M.Pd
on Jumat, 25 September 2009
Label:
BIMBINGAN KONSELING
/
Comments: (0)
Berapa lama kita tidur?
أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِراً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
(QS 27:86)
Persepsi apa yang ada dalam pikiran Anda tentang tidur?
Setidaknya dapat digolongkan menjadi dua pendapat,
Pendapat pertama, tidur hanya membuang-buang waktu, pemborosan, dengan tidur banyak aktivitas yang tidak terlaksanakan hingga mereka lebih memilih untuk tidur lebih sedikit dari biasanya hanya 4 jam atau 3 jam dan bahkan tidak tidur sama sekali, mereka merasa terlalu bermalas-malasan jika jam tidur mereka lebih banyak dari pada jam bangun mereka.
Pendapat yang kedua, yaitu mereka yang menganggap tidur itu penting agar dapat beraktivitas dengan baik. Mereka berpendapat tidur yang baik berkisar antara 8 sampai sepuluh jam. Bahkan sampai pada pendapat tidur malam tidak cukup perlu ditambah dengan tidur siang.
Pendapat manakah yang benar?
Lalu kita tanyakan pada diri kita sendiri seberapa lama kita tidur setiap harinya, seberapa cepat kita tertidur, efektif tidakkah tidur kita.
“semua orang harus tahu pasti seberapa lama tidur yang ia perlukan agar dapat betul-betul terjaga, dinamis, dan cergas sepanjang hari. Semua orang harus mengetahui strategi dan teknik tidur malam yang baik agar siang harinya dapat berkinerja dengan sempurna. Dan semua orang juga harus mengetahui cara mengatasi masalah kurang tidur jika hal itu terjadi.”(Dr. James.B Maas-Power Sleep)
Bersambung....
Betulkah Silaturahmi Kita?
Momen lebaran adalah momen yang tepat untuk bersilaturahmi, ramai-ramai orang pulang kampung dengan berdesak-desakan atas nama silaturahi, orang rela untuk merayap dalam kemacetan demi sampai pada tujuannya. Namun benarkah kita semua sudah melakukan silaturahmi dengan benar?
"Barangsiapa yang ingin dimudahkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia bersilaturahmi"
Silaturahmi berasal dari dua kata, yaitu dari kata asshilah yang berarti menyambungkan, dan arrahim yang berarti kasih sayang. Jadi silaturahmi memiliki makna menyambungkan kebaikan dan kasih sayang diantara sesama.
Rosululloh menjamin orang yang melakukan silaturahmi dengan dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hal ini bukan berarti harus sebenarnya, banyak harta dan panjang umur, namun bisa pula rizki yang senantiasa membawa berkah dan umur yang berkah yang senantiasa diisi dengan kebaikan. Silaturahmi yang dilakukan dengan tulus akan melahirkan semangat solidaritas dan muncul rasa saling tolong menolong.
Melihat dari kenyataan yang ada banyak praktik silaturahmi yang kita lakukan yang perlu dibenahi. Banyak orang yang pulang kampung hanya untuk memamerkan harta bendanya dan saling merendahkan antar saudaranya. Banyak pula orang yang lebih mementingkan silaturahmi kepada atasannya terlebih dulu ketimbang orang tuanya. Banyak pula yang lebih banyak berekrasi ke tempat wisata dibanding berkunjung kepada kerabatnya. Apakah silaturahmi yang seperti ini yang dapat melapangkan rizki kita dan memanjangkan umur kita?
Silaturahmi yang dilaksanan dengan tulus ikhlas dapat mengantarkan kita pada sudut pandang kehidupan yang baru dan lebih baik, karena kita dapat melihat kesulitan orang lain yang membuat kita terdorong untuk menolong, adapun ketika melihat orang yang lebih baikpun kita termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hari berikutnya. Sudut pandang inilah yang mengantarkan kita pada rizki yang lapang dan umur dan panjang.
Mari kita sambungkan rasa kasih sayang.
wallohu 'alam
"Barangsiapa yang ingin dimudahkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia bersilaturahmi"
Silaturahmi berasal dari dua kata, yaitu dari kata asshilah yang berarti menyambungkan, dan arrahim yang berarti kasih sayang. Jadi silaturahmi memiliki makna menyambungkan kebaikan dan kasih sayang diantara sesama.
Rosululloh menjamin orang yang melakukan silaturahmi dengan dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hal ini bukan berarti harus sebenarnya, banyak harta dan panjang umur, namun bisa pula rizki yang senantiasa membawa berkah dan umur yang berkah yang senantiasa diisi dengan kebaikan. Silaturahmi yang dilakukan dengan tulus akan melahirkan semangat solidaritas dan muncul rasa saling tolong menolong.
Melihat dari kenyataan yang ada banyak praktik silaturahmi yang kita lakukan yang perlu dibenahi. Banyak orang yang pulang kampung hanya untuk memamerkan harta bendanya dan saling merendahkan antar saudaranya. Banyak pula orang yang lebih mementingkan silaturahmi kepada atasannya terlebih dulu ketimbang orang tuanya. Banyak pula yang lebih banyak berekrasi ke tempat wisata dibanding berkunjung kepada kerabatnya. Apakah silaturahmi yang seperti ini yang dapat melapangkan rizki kita dan memanjangkan umur kita?
Silaturahmi yang dilaksanan dengan tulus ikhlas dapat mengantarkan kita pada sudut pandang kehidupan yang baru dan lebih baik, karena kita dapat melihat kesulitan orang lain yang membuat kita terdorong untuk menolong, adapun ketika melihat orang yang lebih baikpun kita termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hari berikutnya. Sudut pandang inilah yang mengantarkan kita pada rizki yang lapang dan umur dan panjang.
Mari kita sambungkan rasa kasih sayang.
wallohu 'alam
Bersahabat dengan Al-Qur'an
Saat bulan ramadhan kita begitu dekat dengan Al-Qur'an, apakah di bulan berikutnya kita akan meninggalkannya?
Al-Qur'an menunjukkan kehadiran Ilahi, bagi semua muslim dekat dengan Al-Qur'an berarti dekat dengan Allah. Lalu mengapa kita sering mengabaikannya?
Bukti apalagi yang kita cari bahwa Al-Qur'an adalah benar?
Hidayah apalagi yang kita tunggu untuk hanya sekedar membacanya?
Hanya Al-Qur'an yang teksnya utuh dan lengkap sama seperti pada zaman Nabi Muhamad Saw,tidak ada yang berubah baik dari bahasanya maupun tatanannya.
"Bukti bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah berada pada Al-Quran itu sendiri.Al-qur'an membentuk buktinya sendiri dengan ketakterbandingannya, keindahannya yag luar biasa dab daya tariknya yang hidup yang taktertandingi ciptaan manusia" (Ismail R Al-Raruqi-Atlas Budaya Islam)
Al-qur'an bagaikan mutiara yang bertebaran, tidak ada awal atau akhirnya, kita dapat membacanya dari ayat apapun dan berhenti pada ayat apapun tanpa kita kehilangan maknanya.
إِنَّ هَـذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبِيراً
Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,(QS Al-Isro ayat 9)
Sebagai seorang muslim kita harus membaca ayat-ayatnya, menghafalnya, menganalisis kalimatnya, dan menangkap maknanya.
Al-Qur'an menunjukkan kehadiran Ilahi, bagi semua muslim dekat dengan Al-Qur'an berarti dekat dengan Allah. Lalu mengapa kita sering mengabaikannya?
Bukti apalagi yang kita cari bahwa Al-Qur'an adalah benar?
Hidayah apalagi yang kita tunggu untuk hanya sekedar membacanya?
Hanya Al-Qur'an yang teksnya utuh dan lengkap sama seperti pada zaman Nabi Muhamad Saw,tidak ada yang berubah baik dari bahasanya maupun tatanannya.
"Bukti bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah berada pada Al-Quran itu sendiri.Al-qur'an membentuk buktinya sendiri dengan ketakterbandingannya, keindahannya yag luar biasa dab daya tariknya yang hidup yang taktertandingi ciptaan manusia" (Ismail R Al-Raruqi-Atlas Budaya Islam)
Al-qur'an bagaikan mutiara yang bertebaran, tidak ada awal atau akhirnya, kita dapat membacanya dari ayat apapun dan berhenti pada ayat apapun tanpa kita kehilangan maknanya.
إِنَّ هَـذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبِيراً
Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,(QS Al-Isro ayat 9)
Sebagai seorang muslim kita harus membaca ayat-ayatnya, menghafalnya, menganalisis kalimatnya, dan menangkap maknanya.
Penetapan 1 Syawal 1430 H Dari Beberapa Sumber
Beberapa hari lagi kita harus berpisah dengan Bulan Ramadhan,bulan yang penuh berkah ,rahmat dan ampunan dari Allah swt. Tentu saja akan memasuki bulan baru 1 Syawal 1430 H.
Maka pada kesempatan ini kami InsyaAllah akan menyampaikan tentang berita yang berkaitan erat dengan keputusan ini dan akan berusaha mengupdate tulisan ini hingga pada hari H.
Sudah jauh-jauh sebelumnya Organisasi Massa, Muhammadiyah dan Persis sudah memutuskan bahwa 1 syawal 1430 H bertepatan dengan tanggal 20 september 2009.
berikut kutipannya :
1.Keputusan PP Muhamadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kamis (23/07/2009) melalui Maklumat Nomor : 06/MLM/I.0/E/2009
Selain penetapan 1 Ramadhan, Maklumat tersebut juga memuat penetapan 1 syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad Legi tanggal 20 September 2009
2. Keputusan PP PERSIS
Surat Edaran bernomor 2015/JJ-C.3/PP/2009 ini juga berisi tentang penentapan hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha 1430 H. Keputusan yang dihasilkan ini merujuk kepada Almanak Persis tahun 1430 H sebagai hasil perhitungan dan Rukyat Persis yang isinya sebagai berikut:
1. Awal Ramadhan 1430 H; tanggal 1 Ramadhan 1430 H jatuh pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2009 M. · Ijtimak akhir Sya’ban 1430 H, hari Kamis tanggal 20 Agustus 2009 pukul 17.02’40” WIB.· Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhanratu: -1°10’.42,2”, di Jayapura -3°25’53,7” 2. ‘Iedul Fithri 1430 H; tanggal 1 Syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad, tanggal 20 September 2009 M. · Ijtimak akhir Ramadhan 1430 H, hari Sabtu tanggal 19 September 2009 pukul 01.45’.42” WIB. · Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: 5°24’8,3”, di Jayapura 3°28’14,0”
3. Keputusan PBNU
berdasarkan yang dirilis oleh situs resmi PBNU Kepastian hari raya Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1430 H masih menunggu hasil rukyatul hilal yang diadakan pada saat Matahari terbenam pada 29 Ramadhan atau 19 November 2009. Hasil rukyatul hilal ini kemudian dilaporkan dalam Sidang Itsbat atau penetapan bersama Departemen Agama.
Data dalam Almanak PBNU yang diterbitkan Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) untuk Markaz Jakarta menunjukkan, posisi hilal atau bulan sabit pada saat diadakan rukyatul hilal sudah mencapai ketinggian 5,38 derajat di atas ufuk.
Berdasarkan kriteria imkanur rukyah atau visibilitas pengamatan, hilal dalam ketinggian itu sudah mungkin untuk dirukyat. Jika dapat dirukyat maka dipastikan sidang itsbat akan menetapkan Ramadhan hanya 29 hari dan 1 Syawal jatuh pada 20 September 2009.
Namun demikian berbagai kemungkinan masih terjadi. Jika hilal tidak terlihat, misalnya karena terhalang awan maka akan dipakai kaidah istikmal atau penyempurnaan bulan Ramadhan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal akan jatuh pada hari berikutnya, Senin 21 September 2009.
Menurut Ketua Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah NU KH Ghazalie Masroeri, pihaknya akan mengkoordinir pelaksanaan rukyatul hilal di sedikitnya 55 titik strategis seluruh Indonesia.
“Ada 99 kader perukyat nasional yang bersertifikat yang tersebar di beberapa titik yukyat, juga para kiai dan ustadz yang biasa melakukan rukyat. Semoga rukyat berjalan lancar,” katanya dihubungi NU Online, Jum’at (11/9).
4. PWNU Jatim Perkirakan Idul Fitri 20 September
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memperkirakan Idul Fitri 1430 Hijriah akan jatuh pada 20 September. Sedang pemerintah memprediksi pada 21 September.
“Kemungkinan sama itu terjadi karena tinggi hilal berkisar 5-8 derajat dan tergolong imkanur rukyat,” kata koordinator Tim Rukyat PWNU Jatim, Sholeh Hayat, di Surabaya, Senin (14/9).
Namun, katanya, PWNU Jatim akan tetap menurunkan tim rukyatul hilal di 9 lokasi, karena Nabi Muhammad memerintahkan berpuasa dan berbuka dengan rukyatul hilal (melihat hilal atau bulan usia muda sebagai penanda pergantian kalender).
“Idul Fitri tahun ini sangat dimungkinkan bersamaan antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah, karena indikasi ke arah itu cukup kuat sekali,” katanya.
Indikasi kuat itu didukung hisab (perhitungan astronomis) ulama NU, Muhammadiyah, ahli hisab independen yang mencapai imkanur rukyat.
“Imkanur rukyat adalah kesepakatan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura tentang ketinggian minimal untuk melihat hilal, yakni minimal 2 derajat,” katanya.
Padahal, katanya, hasil hisab tahun ini menunjukkan bahwa ijtimak (pertemuan rembulan dan bumi dalam satu garis untuk menandai awal kalender) terkait akhir Ramadhan terjadi pada hari ke-30 puasa atau 20 September.
“Saat ijtimak itu, tinggi hilal pada hari Sabtu (19 September 2009) setelah ghurub (matahari terbenam) antara 5-8 derajat, sehingga sudah masuk kategori imkanur rukyat,” katanya.
Karena itu, katanya, PWNU Jatim memperkirakan Hari Raya Idul Fitri akan bersamaan waktunya antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah.[nu.or.id]
5. Keputusan PP Al irsyad
berdasarkan press release Pimpinan pusat Al irsyad-al Islamiyah Ijtima’ pada hari Sabtu, 19 September 2009 pukul 01.40 WIB tingi hilal mar’i pada saat matahari ghurub hari Sabtu 19 September 2009 ialah 6º03’.
Lama hilal di atas ufuk 25 menit Hasil hisab besarnya 0,007985
Jarak azimuth hilal dan azimuth matahari 7º09’44″.
InsyaAllah pada saat itu hilal dapat dirukyat.
Tanggal 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Ahad 20 September 2009
6. Pernyataan tidak resmi dari menteri Agama
Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriah kemungkinan akan jatuh pada Ahad (20/9). Hal ini berarti lebih cepat satu hari dari penetapan kalender masehi yang selama ini mencantumkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Senin (21/9).
“Mudah-mudahan sama dengan Muhammdiyah, tanggal 20 (September) lebaran,” kata Menteri Agama, Maftuh Basyuni, di gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9).
Namun, menurut Maftuh, penetapan 1 Syawal 1430 Hijriah tetap menunggu hasil sidang Isbat yang akan dilaksanakan ada Sabtu (19/9). Mengapa pemerintah memperkirakan 1 Syawal akan jatuh pada Ahad (20/9)? Maftuh menjawab, pemerintah memperkirakan hilal sudah berada di atas ufuk tiga sampa lima derajat pada tanggal 19 September. “Kecuali ada mendung sehingga hilal tidak terlihat,” kata Maftuh.
Sidang Isbat sendiri, terang Maftuh akan dilaksanakan pada 19 September 2009 pukul 16.30 WIB. Guna melihat hilal, sidang isbat akan menggunakan alat-alat canggih dari observatorium Boscha, LIPI, dan Menkominfo. [republika]
7. Keputusan Sidang Isbath
untuk mengetahui hasil keputusan sidang Isbath dan menentukan 1 syawal 1430 maka kita harus menunggu hasil sidang Isbath tersebut pada tanggal 19 september 2009.
Sumber http://74.125.153.132/search?q=cache:GQ_SG43GHtIJ:yahoindo.com/the-lounge/penetapan-1-syawal-1430-h-dari-beberapa-sumber/20162-new-post.html+i+syawal+pp+persis&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a
Maka pada kesempatan ini kami InsyaAllah akan menyampaikan tentang berita yang berkaitan erat dengan keputusan ini dan akan berusaha mengupdate tulisan ini hingga pada hari H.
Sudah jauh-jauh sebelumnya Organisasi Massa, Muhammadiyah dan Persis sudah memutuskan bahwa 1 syawal 1430 H bertepatan dengan tanggal 20 september 2009.
berikut kutipannya :
1.Keputusan PP Muhamadiyah
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kamis (23/07/2009) melalui Maklumat Nomor : 06/MLM/I.0/E/2009
Selain penetapan 1 Ramadhan, Maklumat tersebut juga memuat penetapan 1 syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad Legi tanggal 20 September 2009
2. Keputusan PP PERSIS
Surat Edaran bernomor 2015/JJ-C.3/PP/2009 ini juga berisi tentang penentapan hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha 1430 H. Keputusan yang dihasilkan ini merujuk kepada Almanak Persis tahun 1430 H sebagai hasil perhitungan dan Rukyat Persis yang isinya sebagai berikut:
1. Awal Ramadhan 1430 H; tanggal 1 Ramadhan 1430 H jatuh pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2009 M. · Ijtimak akhir Sya’ban 1430 H, hari Kamis tanggal 20 Agustus 2009 pukul 17.02’40” WIB.· Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhanratu: -1°10’.42,2”, di Jayapura -3°25’53,7” 2. ‘Iedul Fithri 1430 H; tanggal 1 Syawwal 1430 H jatuh pada hari Ahad, tanggal 20 September 2009 M. · Ijtimak akhir Ramadhan 1430 H, hari Sabtu tanggal 19 September 2009 pukul 01.45’.42” WIB. · Ketinggian Hilal waktu Maghrib di Pelabuhan Ratu: 5°24’8,3”, di Jayapura 3°28’14,0”
3. Keputusan PBNU
berdasarkan yang dirilis oleh situs resmi PBNU Kepastian hari raya Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1430 H masih menunggu hasil rukyatul hilal yang diadakan pada saat Matahari terbenam pada 29 Ramadhan atau 19 November 2009. Hasil rukyatul hilal ini kemudian dilaporkan dalam Sidang Itsbat atau penetapan bersama Departemen Agama.
Data dalam Almanak PBNU yang diterbitkan Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) untuk Markaz Jakarta menunjukkan, posisi hilal atau bulan sabit pada saat diadakan rukyatul hilal sudah mencapai ketinggian 5,38 derajat di atas ufuk.
Berdasarkan kriteria imkanur rukyah atau visibilitas pengamatan, hilal dalam ketinggian itu sudah mungkin untuk dirukyat. Jika dapat dirukyat maka dipastikan sidang itsbat akan menetapkan Ramadhan hanya 29 hari dan 1 Syawal jatuh pada 20 September 2009.
Namun demikian berbagai kemungkinan masih terjadi. Jika hilal tidak terlihat, misalnya karena terhalang awan maka akan dipakai kaidah istikmal atau penyempurnaan bulan Ramadhan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal akan jatuh pada hari berikutnya, Senin 21 September 2009.
Menurut Ketua Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah NU KH Ghazalie Masroeri, pihaknya akan mengkoordinir pelaksanaan rukyatul hilal di sedikitnya 55 titik strategis seluruh Indonesia.
“Ada 99 kader perukyat nasional yang bersertifikat yang tersebar di beberapa titik yukyat, juga para kiai dan ustadz yang biasa melakukan rukyat. Semoga rukyat berjalan lancar,” katanya dihubungi NU Online, Jum’at (11/9).
4. PWNU Jatim Perkirakan Idul Fitri 20 September
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memperkirakan Idul Fitri 1430 Hijriah akan jatuh pada 20 September. Sedang pemerintah memprediksi pada 21 September.
“Kemungkinan sama itu terjadi karena tinggi hilal berkisar 5-8 derajat dan tergolong imkanur rukyat,” kata koordinator Tim Rukyat PWNU Jatim, Sholeh Hayat, di Surabaya, Senin (14/9).
Namun, katanya, PWNU Jatim akan tetap menurunkan tim rukyatul hilal di 9 lokasi, karena Nabi Muhammad memerintahkan berpuasa dan berbuka dengan rukyatul hilal (melihat hilal atau bulan usia muda sebagai penanda pergantian kalender).
“Idul Fitri tahun ini sangat dimungkinkan bersamaan antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah, karena indikasi ke arah itu cukup kuat sekali,” katanya.
Indikasi kuat itu didukung hisab (perhitungan astronomis) ulama NU, Muhammadiyah, ahli hisab independen yang mencapai imkanur rukyat.
“Imkanur rukyat adalah kesepakatan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura tentang ketinggian minimal untuk melihat hilal, yakni minimal 2 derajat,” katanya.
Padahal, katanya, hasil hisab tahun ini menunjukkan bahwa ijtimak (pertemuan rembulan dan bumi dalam satu garis untuk menandai awal kalender) terkait akhir Ramadhan terjadi pada hari ke-30 puasa atau 20 September.
“Saat ijtimak itu, tinggi hilal pada hari Sabtu (19 September 2009) setelah ghurub (matahari terbenam) antara 5-8 derajat, sehingga sudah masuk kategori imkanur rukyat,” katanya.
Karena itu, katanya, PWNU Jatim memperkirakan Hari Raya Idul Fitri akan bersamaan waktunya antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah.[nu.or.id]
5. Keputusan PP Al irsyad
berdasarkan press release Pimpinan pusat Al irsyad-al Islamiyah Ijtima’ pada hari Sabtu, 19 September 2009 pukul 01.40 WIB tingi hilal mar’i pada saat matahari ghurub hari Sabtu 19 September 2009 ialah 6º03’.
Lama hilal di atas ufuk 25 menit Hasil hisab besarnya 0,007985
Jarak azimuth hilal dan azimuth matahari 7º09’44″.
InsyaAllah pada saat itu hilal dapat dirukyat.
Tanggal 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Ahad 20 September 2009
6. Pernyataan tidak resmi dari menteri Agama
Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriah kemungkinan akan jatuh pada Ahad (20/9). Hal ini berarti lebih cepat satu hari dari penetapan kalender masehi yang selama ini mencantumkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Senin (21/9).
“Mudah-mudahan sama dengan Muhammdiyah, tanggal 20 (September) lebaran,” kata Menteri Agama, Maftuh Basyuni, di gedung DPR, Jakarta, Senin (21/9).
Namun, menurut Maftuh, penetapan 1 Syawal 1430 Hijriah tetap menunggu hasil sidang Isbat yang akan dilaksanakan ada Sabtu (19/9). Mengapa pemerintah memperkirakan 1 Syawal akan jatuh pada Ahad (20/9)? Maftuh menjawab, pemerintah memperkirakan hilal sudah berada di atas ufuk tiga sampa lima derajat pada tanggal 19 September. “Kecuali ada mendung sehingga hilal tidak terlihat,” kata Maftuh.
Sidang Isbat sendiri, terang Maftuh akan dilaksanakan pada 19 September 2009 pukul 16.30 WIB. Guna melihat hilal, sidang isbat akan menggunakan alat-alat canggih dari observatorium Boscha, LIPI, dan Menkominfo. [republika]
7. Keputusan Sidang Isbath
untuk mengetahui hasil keputusan sidang Isbath dan menentukan 1 syawal 1430 maka kita harus menunggu hasil sidang Isbath tersebut pada tanggal 19 september 2009.
Sumber http://74.125.153.132/search?q=cache:GQ_SG43GHtIJ:yahoindo.com/the-lounge/penetapan-1-syawal-1430-h-dari-beberapa-sumber/20162-new-post.html+i+syawal+pp+persis&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a
TK "Taman Bagi Anak-Anak"
By
Iis Haryati, S.Pd.
on Sabtu, 15 Agustus 2009
Label:
PERKEMBANGAN (anak)
/
Comments: (1)
Iis Haryati, S.Pd
Banyak orang tua menginginkan anaknya bersekolah di TK dengan harapan buah hatinya mendapatkan awal yang baik dalam prestasi, berharap anaknya sudah dapat membaca sebelum masuk SD, mampu menulis, berhitung, bahkan berharap sudah dapat mengenal beragam bahasa, dan hal-hal lain yang lebih menekankan perkembangan kognitif anak. Apakah harapan-harapan tersebut benar?
Kita harus kembali pada pengertian TK itu sendiri, secara harfiah TK adalah TAMAN BAGI ANAK-ANAK. Layaknya taman bermain ketika anak bersekolah di TK anak bermain, mencoba, menjelajah dengan bebas tanpa penekanan akan prestasi dan keberhasilan.
Sebagai perbandingan, di Denmark di mana pelajaran membaca dan pelajaran formal ditunda hingga usia 7 tahun, buta huruf benar-benar tidak ada. Sebaliknya di Prancis di mana pelajaran formal ditetapkan oleh negara mulai usia 5 tahun, justru 30% anak mengalami kesulitan membaca. Pendidikan masa awal anak-anak seharusnya tidak semata-mata sebagai suatu persiapan akademik. (J.W Santrock)
Namun perbandingan di atas bukan untuk mendorong para orang tua enggan untuk menyekolahkan anaknya di TK, karena TK tetap memberikan dampak positif pada anak, tetapi kita sebagai orang tua perlu menimbang TK seperti apa yang dimaksud.
Pendidikan masa awal anak-anak yang baik, seperti yang direkomendasikan NAEYC (National Association fot the Education of Young Children) adalah sebagai berikut:
Praktik yang cocok dan tidak cocok yang dikembangkan di dalam pendidikan masa awal anak-anak: rekomendasi NAEYC (dalam buku Life Span Development J.W Santrock)
1. Komponen – Tujuan Kurikulum
Praktik yang Cocok :
• Pengalaman-pengalaman yang diberikan dalam semua bidang perkembangan-fisik, kognitif, sosial dan emosional
• Perbedaan-perbadaan individual diharapkan, diterima dan digunakan untuk merancang kegiatan-kegiatan yang cocok
• Interaksi dan kegiatan-kegiatan dirancang untuk mengembangkan rasa harga diri dan sikap positif anak untuk belajar
Praktik yang Tidak Cocok :
• Pengalaman-pengalaman difokuskan secara sempit pada perkembangan kognitif tanpa menyadari bahwa semua bidang perkembangan anak saling terkait
• Anak-anak hanya dievaluasi berdasarkan norma-norma kelompok, dan semuanya diharapkan untuk mengerjakan tugas-tugas yang sama dan mencapai keterampilan-keterampilan yang sama dan didefinisikan secara sempit
• Harga diri anak diukur dari seberapa baik mereka menyesuaikan diri dengan harapan-harapan yang kaku dan berprestasi menurut tes standar
2. Komponen – Strategi Pengajaran
Praktik yang Cocok :
• Guru menyiapkan lingkungan bagi anak untuk belajar melalui eksplorasi dan interaksi aktif dengan orang dewasa, anak-anak lain dan benda-benda
• Anak-anak memilih kegiatan mereka sendiri dari berbagai kegiatan yang sudah disiapkan oleh guru
• Anak-anak diaharapkan aktif secara mental dan fisik
Praktik yang Tidak Cocok :
• Guru menggunakan pelajaran yang berstruktur tinggi, yang secara eksklusif diarahkan oleh guru
• Guru mengarahkan semua kegiatan, memutuskan apa yang akan dikerjakan oleh anak-anak dan kapan
• Anak-anak diharapkan untuk duduk, diam dan mendengar atau membaca dan menulis. Banyak waktu digunakan untuk duduk pasif, menonton dan mendengar
3. Komponen – Bimbingan Perkembangan Sosioemosinal
Praktik yang Cocok :
• Guru mempertinggi kendali diri anak-anak dengan menggunakan teknik bimbingan positif seperti memodelkan dan mendorong perilaku yang diharapkan, membimbing anak-anak ke arah kegiatan yang lebih dapat diterima, dan menerapkan batas-batas yang jelas
• Anak-anak diberi banyak peluang untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial seperti bekerjasama, menolong bernegosiasi dan berbicara dengan orang yang terlibat untuk memecahkan masalah-masalah interpersonal
Praktik yang Tidak Cocok :
• Guru meluangkan waktu yang cukup untuk memperkuat aturan, menghukum perilaku yang tidak dapat diterima, memarahi anak yang berperilaku buruk, membuat anak duduk dan diam atau menengahi ketdakcocokan
• Anak-anak lebih banyak bekerja secara individual di kursi dan di meja dan mendengar arahan guru ke seluruh kelompok
4. Komponen – Perkembangan Bahasa, Melek Huruf dan Perkembangan kognitif
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak diberi banyak peluang untuk melihat membaca dan menulis itu bermanfaat sebelum mereka disuruh menyebutkan huruf, menyuarakan dan mengenal kata. Keterampilan-keterampilan dasar berkembang baik bila keterampilan-keterampilan itu bermanfaat bagi anak. Kegiatan-kegiatan yang banyak ini diberikan untuk mengembangkan bahasa dan melek huruf: mendengar dan membaca cerita serta sajak, mengikuti kunjungan lapangan, mendiktekan cerita, ikut di dalam permainan drama; berbicara secara informal dengan anak-anak dan orang dewasa lain; dan mencoba dengan tulisan
• Anak-anak mengembangkan suatu pemahaman konsep tentang diri mereka sendiri, orang lain dan dunia di sekitarnya melalui observasi, interaksi manusia dan benda-benda nyata, dan mecari solusi atas masalah-masalah yang konkret. Mempelajari matematika, sains, ilmu-ilmu sosial, kesehatan dan bidang-bidang pelajaran lain yang diintregasikan melalui kegiatan-kegiatan yang bermakna
Praktik yang Tidak Cocok :
• Pelajaran membaca dan menulis menekankan perkembangan keterampilan secara terpisah seperti mengenal huruf-huruf tunggal, membaca alfabet, mewarnai di atas garis-garis yang sudah di garis sebelumnya, atau disusruh mengoreksi huruf di atas garis yang sudah dicetak.
• Pelajaran menekankan perkembangan keterampilan secara terpisah melalui ingatan. Perkembangan kognitif anak-anak dilihat sebagai terkotak-kotak dalam bidang-bidang pelajaran seperti matematika atau sains, dan jadwal disusun untuk setiap pelajaran itu.
5. Komponen – Perkembangan Fisik
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk menggunakan otot-otot besar, termasuk berlari, melompat dan keseimbangan. Kegiatan luar rumah direncanakan setiap hari sehingga anak-anak bisa dengan bebas mengekspresikan dirinya sendiri.
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk menggunakan otot kecil melalui kegiatan-kegiatan permainan seperti teka-teki, melukis, menggunting, dan kegiatan-kegiatan yang sama.
Praktik yang Tidak Cocok :
• Peluang bagi kegiatan otot besar terbatas. Waktu di luar rumah terbatas karena dilihat sebagai mengganggu waktu belajar dan bukan sebagai bagian yang integral dari lingkungan belajar anak-anak.
• Kegiatan motori kecil terbatas pada menulis dengan pensil, mewarnai bentuk-bentuk yang sudah digambar sebelumnya, atau terlibat di dalam pelajaran-pelajaran yang berstruktur sama.
6. Komponen – Perkembangan Estetika dan Motivasi
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk mengekspresikan dan mengapresiasi estetika melalui seni dan musik. Berbagai alat seni harus tersedia.
• Keingintahuan alamiah anak-anak dan keinginan untuk memahami dunia mereka digunakan untuk memotivasi mereka menjadi terlibat dalam belajar.
Praktik yang Tidak Cocok :
• Seni dan musik diberi perhatian terbatas. Seni terdiri atas mewarnai bentuk-bentuk yang sudah digambar sebelumnya atau mengikuti arahan yang telah diberikan oleh orang dewasa.
• Anak-anak dituntut berpartisipasi dalam semua kegiatan, memperoleh persetujuan guru, memperoleh hadiah ekstrinsik seperti stiker atau hak-hak istimewa, atau untuk menghindari hukuman.
Beberapa lembaga sudah memenuhi standar di atas, dan lainnya menekankan pada aspek kognitif, oleh karena itu sebagai orang tua kita perlu selektif dalam memilih sekolah TK.
Selain itu ada beberapa hal penting yang perlu orang tua ketahui mengenai pendidikan pada masa awal anak-anak.
- Orang tau berperan penting dalam pendidikan masa awal anak-anak. Keterlibatan ayah dan ibu dapat membangun sikap-sikap yang positif terhadap sekolah dan pembelajaran. Keterlibatan orang tua bisa dalam bentuk: mendukung usaha anaknya di sekolah dan karakteristik anak yang unik, membantu anak menghadapi masalahnya ketika mereka memerlukan nasehat, berkomunikasi secara teratur dengan para guru, berpartisipasi dalam fungsi-sungsi sekolah.
- Orang tua hendakanya tidak menekankan pada prestasi anak.
- Dalam memilih sekolah akan lebih baik jika orang tua mengobservasi bagaimana kurikulum yang diterapkan, bagaimana strategi pengajarannya, dan lain-lain.
- Tekankan pada anak mengenai kebiasaan belajar positif ketimbang prestasi dan keberhasilan anak.
Semoga Bermanfaat
Banyak orang tua menginginkan anaknya bersekolah di TK dengan harapan buah hatinya mendapatkan awal yang baik dalam prestasi, berharap anaknya sudah dapat membaca sebelum masuk SD, mampu menulis, berhitung, bahkan berharap sudah dapat mengenal beragam bahasa, dan hal-hal lain yang lebih menekankan perkembangan kognitif anak. Apakah harapan-harapan tersebut benar?
Kita harus kembali pada pengertian TK itu sendiri, secara harfiah TK adalah TAMAN BAGI ANAK-ANAK. Layaknya taman bermain ketika anak bersekolah di TK anak bermain, mencoba, menjelajah dengan bebas tanpa penekanan akan prestasi dan keberhasilan.
Sebagai perbandingan, di Denmark di mana pelajaran membaca dan pelajaran formal ditunda hingga usia 7 tahun, buta huruf benar-benar tidak ada. Sebaliknya di Prancis di mana pelajaran formal ditetapkan oleh negara mulai usia 5 tahun, justru 30% anak mengalami kesulitan membaca. Pendidikan masa awal anak-anak seharusnya tidak semata-mata sebagai suatu persiapan akademik. (J.W Santrock)
Namun perbandingan di atas bukan untuk mendorong para orang tua enggan untuk menyekolahkan anaknya di TK, karena TK tetap memberikan dampak positif pada anak, tetapi kita sebagai orang tua perlu menimbang TK seperti apa yang dimaksud.
Pendidikan masa awal anak-anak yang baik, seperti yang direkomendasikan NAEYC (National Association fot the Education of Young Children) adalah sebagai berikut:
Praktik yang cocok dan tidak cocok yang dikembangkan di dalam pendidikan masa awal anak-anak: rekomendasi NAEYC (dalam buku Life Span Development J.W Santrock)
1. Komponen – Tujuan Kurikulum
Praktik yang Cocok :
• Pengalaman-pengalaman yang diberikan dalam semua bidang perkembangan-fisik, kognitif, sosial dan emosional
• Perbedaan-perbadaan individual diharapkan, diterima dan digunakan untuk merancang kegiatan-kegiatan yang cocok
• Interaksi dan kegiatan-kegiatan dirancang untuk mengembangkan rasa harga diri dan sikap positif anak untuk belajar
Praktik yang Tidak Cocok :
• Pengalaman-pengalaman difokuskan secara sempit pada perkembangan kognitif tanpa menyadari bahwa semua bidang perkembangan anak saling terkait
• Anak-anak hanya dievaluasi berdasarkan norma-norma kelompok, dan semuanya diharapkan untuk mengerjakan tugas-tugas yang sama dan mencapai keterampilan-keterampilan yang sama dan didefinisikan secara sempit
• Harga diri anak diukur dari seberapa baik mereka menyesuaikan diri dengan harapan-harapan yang kaku dan berprestasi menurut tes standar
2. Komponen – Strategi Pengajaran
Praktik yang Cocok :
• Guru menyiapkan lingkungan bagi anak untuk belajar melalui eksplorasi dan interaksi aktif dengan orang dewasa, anak-anak lain dan benda-benda
• Anak-anak memilih kegiatan mereka sendiri dari berbagai kegiatan yang sudah disiapkan oleh guru
• Anak-anak diaharapkan aktif secara mental dan fisik
Praktik yang Tidak Cocok :
• Guru menggunakan pelajaran yang berstruktur tinggi, yang secara eksklusif diarahkan oleh guru
• Guru mengarahkan semua kegiatan, memutuskan apa yang akan dikerjakan oleh anak-anak dan kapan
• Anak-anak diharapkan untuk duduk, diam dan mendengar atau membaca dan menulis. Banyak waktu digunakan untuk duduk pasif, menonton dan mendengar
3. Komponen – Bimbingan Perkembangan Sosioemosinal
Praktik yang Cocok :
• Guru mempertinggi kendali diri anak-anak dengan menggunakan teknik bimbingan positif seperti memodelkan dan mendorong perilaku yang diharapkan, membimbing anak-anak ke arah kegiatan yang lebih dapat diterima, dan menerapkan batas-batas yang jelas
• Anak-anak diberi banyak peluang untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial seperti bekerjasama, menolong bernegosiasi dan berbicara dengan orang yang terlibat untuk memecahkan masalah-masalah interpersonal
Praktik yang Tidak Cocok :
• Guru meluangkan waktu yang cukup untuk memperkuat aturan, menghukum perilaku yang tidak dapat diterima, memarahi anak yang berperilaku buruk, membuat anak duduk dan diam atau menengahi ketdakcocokan
• Anak-anak lebih banyak bekerja secara individual di kursi dan di meja dan mendengar arahan guru ke seluruh kelompok
4. Komponen – Perkembangan Bahasa, Melek Huruf dan Perkembangan kognitif
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak diberi banyak peluang untuk melihat membaca dan menulis itu bermanfaat sebelum mereka disuruh menyebutkan huruf, menyuarakan dan mengenal kata. Keterampilan-keterampilan dasar berkembang baik bila keterampilan-keterampilan itu bermanfaat bagi anak. Kegiatan-kegiatan yang banyak ini diberikan untuk mengembangkan bahasa dan melek huruf: mendengar dan membaca cerita serta sajak, mengikuti kunjungan lapangan, mendiktekan cerita, ikut di dalam permainan drama; berbicara secara informal dengan anak-anak dan orang dewasa lain; dan mencoba dengan tulisan
• Anak-anak mengembangkan suatu pemahaman konsep tentang diri mereka sendiri, orang lain dan dunia di sekitarnya melalui observasi, interaksi manusia dan benda-benda nyata, dan mecari solusi atas masalah-masalah yang konkret. Mempelajari matematika, sains, ilmu-ilmu sosial, kesehatan dan bidang-bidang pelajaran lain yang diintregasikan melalui kegiatan-kegiatan yang bermakna
Praktik yang Tidak Cocok :
• Pelajaran membaca dan menulis menekankan perkembangan keterampilan secara terpisah seperti mengenal huruf-huruf tunggal, membaca alfabet, mewarnai di atas garis-garis yang sudah di garis sebelumnya, atau disusruh mengoreksi huruf di atas garis yang sudah dicetak.
• Pelajaran menekankan perkembangan keterampilan secara terpisah melalui ingatan. Perkembangan kognitif anak-anak dilihat sebagai terkotak-kotak dalam bidang-bidang pelajaran seperti matematika atau sains, dan jadwal disusun untuk setiap pelajaran itu.
5. Komponen – Perkembangan Fisik
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk menggunakan otot-otot besar, termasuk berlari, melompat dan keseimbangan. Kegiatan luar rumah direncanakan setiap hari sehingga anak-anak bisa dengan bebas mengekspresikan dirinya sendiri.
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk menggunakan otot kecil melalui kegiatan-kegiatan permainan seperti teka-teki, melukis, menggunting, dan kegiatan-kegiatan yang sama.
Praktik yang Tidak Cocok :
• Peluang bagi kegiatan otot besar terbatas. Waktu di luar rumah terbatas karena dilihat sebagai mengganggu waktu belajar dan bukan sebagai bagian yang integral dari lingkungan belajar anak-anak.
• Kegiatan motori kecil terbatas pada menulis dengan pensil, mewarnai bentuk-bentuk yang sudah digambar sebelumnya, atau terlibat di dalam pelajaran-pelajaran yang berstruktur sama.
6. Komponen – Perkembangan Estetika dan Motivasi
Praktik yang Cocok :
• Anak-anak memiliki peluang setiap hari untuk mengekspresikan dan mengapresiasi estetika melalui seni dan musik. Berbagai alat seni harus tersedia.
• Keingintahuan alamiah anak-anak dan keinginan untuk memahami dunia mereka digunakan untuk memotivasi mereka menjadi terlibat dalam belajar.
Praktik yang Tidak Cocok :
• Seni dan musik diberi perhatian terbatas. Seni terdiri atas mewarnai bentuk-bentuk yang sudah digambar sebelumnya atau mengikuti arahan yang telah diberikan oleh orang dewasa.
• Anak-anak dituntut berpartisipasi dalam semua kegiatan, memperoleh persetujuan guru, memperoleh hadiah ekstrinsik seperti stiker atau hak-hak istimewa, atau untuk menghindari hukuman.
Beberapa lembaga sudah memenuhi standar di atas, dan lainnya menekankan pada aspek kognitif, oleh karena itu sebagai orang tua kita perlu selektif dalam memilih sekolah TK.
Selain itu ada beberapa hal penting yang perlu orang tua ketahui mengenai pendidikan pada masa awal anak-anak.
- Orang tau berperan penting dalam pendidikan masa awal anak-anak. Keterlibatan ayah dan ibu dapat membangun sikap-sikap yang positif terhadap sekolah dan pembelajaran. Keterlibatan orang tua bisa dalam bentuk: mendukung usaha anaknya di sekolah dan karakteristik anak yang unik, membantu anak menghadapi masalahnya ketika mereka memerlukan nasehat, berkomunikasi secara teratur dengan para guru, berpartisipasi dalam fungsi-sungsi sekolah.
- Orang tua hendakanya tidak menekankan pada prestasi anak.
- Dalam memilih sekolah akan lebih baik jika orang tua mengobservasi bagaimana kurikulum yang diterapkan, bagaimana strategi pengajarannya, dan lain-lain.
- Tekankan pada anak mengenai kebiasaan belajar positif ketimbang prestasi dan keberhasilan anak.
Semoga Bermanfaat